Ringkasan Bab
Karma Phala menegaskan bahwa pilihan strategi harus menghasilkan akibat yang dapat dibaca. Dalam DHASTRAM, akibat itu mulai dirancang melalui strategic objective, owner, status, perspective, dan theme.
9.1 Konsep Karma Phala
Karma Phala dalam DHASTRAM berarti setiap strategi harus diterjemahkan menjadi tindakan dan hasil. Strategic objective adalah jembatan awal antara pilihan strategi dan hasil yang ingin diwujudkan.
9.2 Dari Strategic Choice ke Strategic Objective
Strategic choice menjawab arah pilihan. Strategic objective menjawab hasil strategis apa yang harus dicapai. Satu strategic choice dapat menghasilkan satu atau beberapa objective.

9.3 Empat Perspektif DHASTRAM
Empat perspektif membantu membaca keseimbangan strategi. Objective tidak harus dibagi sama rata, tetapi harus mencerminkan logika organisasi.
| Perspektif | Fokus | Contoh Objective |
|---|---|---|
| Swadharma | Tugas khas dan kapabilitas inti | Memperkuat kapabilitas layanan utama. |
| Dharma | Nilai, tata kelola, kepatuhan, kualitas | Meningkatkan kepatuhan dan mutu proses. |
| Kama | Manfaat stakeholder | Meningkatkan kepuasan pelanggan. |
| Artha | Sumber daya dan keberlanjutan | Meningkatkan produktivitas aset dan pendapatan. |
9.4 Perspektif Swadharma
Swadharma memuat objective yang terkait tugas khas organisasi, proses inti, kapabilitas utama, dan kemampuan menjalankan peran uniknya.
9.5 Perspektif Dharma
Dharma memuat objective yang menjaga nilai, kualitas, etika, kepatuhan, tata kelola, dan cara organisasi mencapai hasil.
9.6 Perspektif Kama
Kama memuat objective yang berkaitan dengan manfaat yang diterima stakeholder: pelanggan, pasien, tamu, umat, mahasiswa, karyawan, mitra, atau masyarakat.
9.7 Perspektif Artha
Artha memuat objective yang menjaga keberlanjutan sumber daya: keuangan, aset, SDM, teknologi, kapasitas produksi, dan produktivitas.
9.8 Menentukan Jumlah Sasaran Strategis
Jumlah objective sebaiknya cukup untuk menjelaskan strategi, tetapi tidak terlalu banyak sehingga sulit dipantau. Untuk awal implementasi, 12 sampai 20 objective sering lebih mudah dikelola daripada puluhan objective.
9.9 Mengapa Jumlah Sasaran Tidak Harus Sama pada Setiap Perspektif
Setiap organisasi memiliki konteks berbeda. Pada masa transformasi internal, Swadharma dan Dharma bisa lebih banyak. Pada masa ekspansi, Kama dan Artha bisa lebih dominan. Yang penting adalah logika strateginya jelas.
9.10 Menulis Strategic Objective yang Baik
Objective yang baik ditulis sebagai hasil yang ingin dicapai, bukan aktivitas. Gunakan kata kerja seperti meningkatkan, memperkuat, menurunkan, mempercepat, memperluas, atau mengoptimalkan.
| Kurang Baik | Lebih Baik |
|---|---|
| Pelatihan karyawan | Meningkatkan kompetensi layanan karyawan frontline. |
| Digitalisasi | Mempercepat proses layanan melalui integrasi sistem digital. |
9.11 Menentukan Owner Sasaran
Owner adalah penanggung jawab objective. Owner tidak selalu mengerjakan sendiri, tetapi bertanggung jawab memastikan sasaran bergerak, KPI diukur, dan initiative dijalankan.
9.12 Menentukan Status Sasaran
Status objective membantu dashboard membaca kondisi. Status dapat berupa draft, active, on track, at risk, achieved, closed, atau istilah lain sesuai konfigurasi modul.
9.13 Menghubungkan Objective dengan Strategic Theme
Objective perlu dihubungkan dengan strategic theme agar dashboard dapat membaca kelompok strategi, misalnya service excellence, digital transformation, growth, resilience, atau compliance.
