Panduan Penggunaan Software DHASTRAM

BAB 6 — SWOT dan TOWS

Bab ini menjelaskan cara menggunakan SWOT untuk menyusun daftar kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, lalu menggunakan TOWS untuk membentuk alternatif strategi SO, WO, ST, dan WT.

Ringkasan Bab

SWOT membantu organisasi membaca kondisi internal dan eksternal. TOWS membantu mengubah pembacaan itu menjadi alternatif strategi. Dalam DHASTRAM, SWOT sebaiknya terhubung dengan Brahman, Atman, dan strategic issue agar tidak berdiri sebagai daftar lepas.

6.1 Fungsi SWOT dalam DHASTRAM

SWOT berfungsi sebagai jembatan antara analisis Brahman dan Atman menuju formulasi strategi. Strength dan Weakness terutama berasal dari Atman, sedangkan Opportunity dan Threat terutama berasal dari Brahman.

Placeholder Gambar 6.1Daftar SWOT
Daftar SWOT
Gambar 6.1 Daftar faktor SWOT.

6.2 Menginput Strength

Strength adalah kekuatan internal yang membantu organisasi mencapai strategi. Contohnya reputasi, kompetensi SDM, jaringan distribusi, teknologi, budaya pelayanan, sistem mutu, atau kemampuan inovasi.

6.3 Menginput Weakness

Weakness adalah kelemahan internal yang menghambat pencapaian strategi. Contohnya proses lambat, sistem belum terintegrasi, SDM terbatas, budaya silo, biaya tinggi, atau data yang belum akurat.

6.4 Menginput Opportunity

Opportunity adalah peluang eksternal yang dapat dimanfaatkan. Peluang harus ditulis spesifik, berdasarkan bukti, dan dihubungkan dengan kemampuan organisasi untuk mengambil manfaatnya.

6.5 Menginput Threat

Threat adalah ancaman eksternal yang dapat mengganggu strategi. Ancaman dapat berasal dari regulasi, kompetitor, perubahan pasar, teknologi pengganti, pemasok, ekonomi, atau perubahan perilaku stakeholder.

SWOTSumber UtamaContoh Pertanyaan
StrengthAtmanApa kekuatan yang benar-benar terbukti?
WeaknessAtmanApa kelemahan yang menghambat strategi?
OpportunityBrahmanPeluang apa yang terbuka dari lingkungan?
ThreatBrahmanAncaman apa yang perlu diantisipasi?

6.6 Menentukan Prioritas SWOT

Tidak semua faktor SWOT sama pentingnya. Prioritas ditentukan dari dampak terhadap strategi, urgensi, tingkat bukti, dan kemampuan organisasi meresponsnya. Faktor prioritas tinggi sebaiknya menjadi bahan strategic issue.

6.7 Menghubungkan SWOT dengan Strategic Issue

Faktor SWOT yang paling penting perlu dihubungkan ke strategic issue. Hubungan ini membuat keputusan strategi dapat ditelusuri sumbernya: issue muncul karena kombinasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman tertentu.

Placeholder Gambar 6.2Form SWOT
Form SWOT
Gambar 6.2 Form pengisian faktor SWOT.

6.8 Dari SWOT Menuju TOWS

TOWS mengubah daftar SWOT menjadi alternatif strategi. Logikanya bukan hanya “mendaftar kondisi”, tetapi “menyusun respons”. Karena itu TOWS lebih dekat dengan perumusan strategic choice.

KombinasiMaknaPertanyaan Strategis
SOStrength + OpportunityBagaimana memakai kekuatan untuk menangkap peluang?
WOWeakness + OpportunityBagaimana memperbaiki kelemahan agar peluang dapat diambil?
STStrength + ThreatBagaimana memakai kekuatan untuk menghadapi ancaman?
WTWeakness + ThreatBagaimana mengurangi kelemahan agar ancaman tidak menjadi krisis?

6.9 Strategi SO

Strategi SO bersifat agresif atau ekspansif. Organisasi menggunakan kekuatan utama untuk mengambil peluang. Contohnya memperluas pasar ketika reputasi dan channel distribusi kuat.

6.10 Strategi WO

Strategi WO bersifat perbaikan atau penguatan kapasitas. Organisasi perlu mengurangi kelemahan agar mampu mengambil peluang. Contohnya membangun sistem digital sebelum masuk segmen pelanggan baru.

6.11 Strategi ST

Strategi ST bersifat protektif atau diferensiatif. Organisasi memakai kekuatan untuk menghadapi ancaman. Contohnya menggunakan kualitas layanan untuk menghadapi perang harga.

6.12 Strategi WT

Strategi WT bersifat defensif. Organisasi mengurangi kelemahan agar tidak terpukul oleh ancaman. Contohnya memperkuat kepatuhan ketika regulasi makin ketat dan sistem kontrol masih lemah.

Placeholder Gambar 6.3Matriks TOWS
Matriks TOWS
Gambar 6.3 Matriks TOWS dalam DHASTRAM.

6.13 Memilih Alternatif Strategi

Alternatif strategi dipilih berdasarkan impact, feasibility, urgency, risiko, kebutuhan sumber daya, dan keselarasan dengan Atman. Strategi terpilih kemudian dibawa ke strategic choice, strategic objective, KPI, dan initiative.

  • Pilih strategi yang paling menjawab issue prioritas.
  • Pastikan strategi dapat dijelaskan basis Brahman dan Atman-nya.
  • Hindari memilih terlalu banyak strategi sekaligus.
  • Catat rationale agar keputusan dapat dipahami kembali.
Ringkasan akhir Bab 6. SWOT membantu membaca posisi. TOWS membantu memilih respons. Strategi yang baik lahir dari kombinasi fakta eksternal, jati diri internal, dan prioritas keputusan.